Sekilas Pintas Nyiar Lumar 2026
Nyiar Lumar adalah peristiwa kebudayaan unik yang digelar dan berlangsung secara kolosal, baik dalam hal apresiator maupun pengisi acaranya. Namun, pencapaiannya menjadi begitu pribadi atau privat. Nyiar Lumar dapat pula didefinisikan menjadi makna filosofis. Bukan sekadar Nyiar (mencari) dan Lumar (jamur bercahaya), tetapi dimaknai lebih dalam, yaitu sebagai proses perjalanan pribadi dalam mencari pencerahan.
Memaknai Lumar (jamur cahaya) sebagai pencapaian ditengah gelap dan pekatnya kehidupan. Peristiwa ini lebih ditekannkan pada pribadi sebagai individu. Jadi tidak perlu ada kesepakatan dan penyeragaman tentang bentuk dan definisi dari pencerahan sebagai pencapaian dalam mengikuti peristiwanya.
Nyiar Lumar 2026 kali ini dikemas sedikit berbeda karena berbagai alasan. Namun, tentu saja tetap memperhatikan dan memegang teguh alur waktu yang telah ditentukan sejak awal. Ada 3 tahapan dalam peristiwa Nyiar Lumar sebagai alur utama, yaitu Ngawalan, Lalampahan dan Magelaran. Namun, di beberapa peristiwa Nyiar Lumar yang telah lalu, biasanya ditambahkan alur pendukung seperti Helaran. Karena keterbatasan kemampuan Panitia Nyiar Lumar 2026, Helaran tidak bisa dilaksanakan, tetapi justru menambahkan alur yang disebut sebagai Mitembeyan.
Mitembeyan
Mitembeyan merupakan pra kegiatan Nyiar Lumar 2026. Bentuk kegiatannya berupa ramah-tamah dalam nuansa yang tidak resmi dan penuh keakraban, sekaligus menjadi penyambutan kepada para tamu yang datang dari jauh untuk bersama-sama menjalani peristiwa Nyiar Lumar.
Bertempat di halaman Kantor kecamatan Kawali, Mitembeyan membangun suasana keakraban antara para panitia sebagai tuan rumah dan para tamu yang datang, dengan diiringi nuansa musik tradisional Sunda dari Dangiang Surawisesa (SMKN 1 Kawali) dan penampilan kesenian lokal, di antaranya Galuh Sekaraya (SMP Muhammadiyah Kawali), Kawih Sri Baduga dari Ferisa (Kawali), Tanes Gonjreng (SMPN 1 Kawali), dan Teater Jagat Div. Tari (SMAN 1 Kawali). Mitembeyan akan menghantarkan suasana yang hangat dan akrab kala menyambut senja di pusat kota Kawali.
Ngawalan
Selepas Isya, pukul 19.30 WIB, sebelum menginjak acara inti, para tamu dan pengunjung diajak menikmati kesenian tradisi dan juga kontemporer yang digelar di halaman Kecamatan Kawali. Di antara yang tampil, yakni Tari Badaya Wiragasukma (D&D - Kawali), dan Saung Seni Pacikrak dan Siswi SDN 1 Kawali yang membawakan Pupuh Gurisa Nyiar Lumar.
Acara ini juga sekaligus menjadi seremoni pembukaan acara Nyiar Lumar 2026. Rankaian acaranya meliputi Pihatur Panitia sebagai ungkapan selamat datang dan paparan singkat tentang pelaksanaan Nyiar Lumar 2026, disambung dengan Pedaran Sajarah Kawali dan Nyiar Lumar dalam Guar Carita oleh Budayawan Pandu Radea, serta Sekapur Sirih Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional.
Implementasi hadirnya Negara dalam pemajuan kebudayaan diejawantahkan dalam "Biantara Pangdeudeul Bapa Bupati Ciamis", sekaligus seremonial prosesi "Ngebral Lalampahan" dengan penyalaan obor pemandu yang akan membawa para apresiator Nyorang Lalampahan dan menyaksikan berbagai pagelaran.
Lalampahan
Para tamu berjalan kaki dari pusat kota Kawali menuju Situs Astana Gede Kawali, bersama gulang-gulang pembawa pataka dan obor pemandu. Sepanjang perjalanan, para tamu akan disuguhi pemandangan alam di malam bulan purnama, suasana perkampungan, bunyi-bunyi serangga dan interaksi sepanjang perjalanan.
Magelaran
Setelah menempuh perjalanan dalam Lalampahan, para tamu akhirnya tiba di sekitar Situs Astana Gede, disambut oleh persembahan Genjring Tepak Lima dari Banjarwaru Kawali yang melegenda dan dikenal sebagai "Genjring Ronyok".
Di pintu gerbang kulon Situs Astana Gede, para tamu akan disambut oleh komposisi tari Nyiar Lumar dari Studio Titikdua Ciamis sebagai pagelaran pertama. Kemudian para tamu bergerak ke tempat pagelaran kedua yang disebut sebagai Rungkun Haur. Di tempat ini, apresiator akan disuguhi Pemanggungan Sajak dari Sanggar Kawalian yang merupakan anak-anak berprestasi dalam bidang baca puisi. Pertunjukan ini berkolaborasi dengan musik yang dimainkan oleh Ekskul Musik SMAN 1 Kawali.
Selepas Rungkun Haur, apresiator akan diajak untuk berjalan kembali menuju lapak Magelaran yang kedua. Tempat ini dikenal dengan Paris 1, dan di tempat ini akan Magelaran Sanggar Lingga Purbasari Kab. Ciamis dan juga pemanggungan "Sajak Surat keur Aki Caraka" yang ditampilkan secara kolaborasi antara Teater Tangtu Tilu Unigal Ciamis, Teater Pijar Ciamis, dan aktor-deklamator Jaro X Yus.
Selepas itu, pemandu kembali mengajak apresiator untuk menuju panggung berikutnya yang disebut "Lapak Mahoni". Pelataran yang datar diselingi pohon-pohon mahoni menjadi tempat ekspresi Komunitas Cermin Kota Tasikmalaya.
Tidak begitu jauh dari situ, apresiator akan diajak untuk menyimak pertunjukan berikutnya di sebuah tempat yang disebut sebagai Paris 2. Teater Jagat SMAN 1 Kawali akan menampilkan sebuah garapan dramatisasi puisi yang bercerita tentang Tragedi Bubat, karya sastrawan Sunda Godi Suwarna berjudul "Sajak Kawalian 2" (Citraresmi). kemudian disambung dengan persembahan dari partisipan yang akan mengekspresikan karya sastra dalam pembacaan dan juga musikalisasi puisi.
Puncak acara akan digelar di Pesanggrahan Cikawali, berupa pertunjukan teater kolosal dari Teater Sasadu yang membawakan cerita "Perang Bubat", dan ditutup dengan Ronggeng Gunung yang dipersembahkan sang maestro ronggeng gunung Ciamis, yaitu Bi Raspi. Acara akan diakhiri dengan menari bersama. Selanjutnya, para tamu beristirahat dan bercengkarama sambil menanti pagi tiba.

Post a Comment